
Persiapan Memasuki Dunia Kerja bagi Siswa SMK
Perlu diketahui dahulu bahwa????
a. Pekerjaaan apa yang saya inginkan?
Anda
harus tahu betul tentang apa sih sesungguhnya pekerjaan yang paling Anda
inginkan? Apakah pekerjaan ini cocok bagi anda?, Anda memiliki
keahlian, kemampuan dan Anda menyukai pekerjaan ini. Anda betul-betul
memimpikannya
b. Langkah apa yang harus dilakukan?
Jika
kita sudah menetapkan apa yang saya inginkan, maka kita dapat
merencanakan langkah apa yang sebaiknya saya lakukan. Biasanya pada
tahap ini kita memerlukan saran dan pertimbangan para senior kita yang
telah berpengalaman bekerja dan sukses meraih cita-cita.
Jika
kita ingin menjadi seorang teknisi yang handal misalnya, maka sejak
kelas satu SMK harus mempersiapkan diri untuk menjadi seorang teknisi
yang baik.Langkah yang dapat ditempuh adalah memilih jurusan teknik
mesin. Diharapkan jika kita memilih jurusan teknik mesin kita akan
memperoleh ilmu serta bekal-bekal ketrampilan yang baik.Jika kita sudah
menentukan, maka kita harus mempersiapkan langkah-langkah apa yang harus
kita lakukan agar cita-cita kita menjadi sukses.
c. Apa yang seharusnya kita persiapkan?
Setelah
langkah-langkah untuk mencapai cita-cita itu telah kita tetapkan, maka
kita harus mempersiapkan hal-hal tertentu untuk memenuhi persyaratan
yang ada. Jika kita setelah lulus ingin jadi pegawai, kita harus
mempersiapkan hal-hal yang menjadi persyaratannya. Dari persiapan
mental, persiapan untuk menghadapi tes-tes baik tes tertulis, tes
psikologi, tes wawancara dan lain sebagainya. Jika kita ingin menjadi
wirausaha, kita juga harus melakukan persiapan-persiapan agar menjadi
wirausaha yang sukses
d. Pertimbangan Memilih Tempat Kerja
Pemilihan karier atau pekerjaan bukan merupakan masalah bisa atau tidak,
suka atau tidak, atau bahkan cocok atau tidak dengan pribadi dan
keilmuan yang dimiliki. Pemilihan suatu pekerjaan atau lapangan karier
membutuhkan beberapa komponen yang perlu kita perhatikan. Oleh sebab
itu, sebelum Memilih Suatu Pekerjaan, hal perlu kita perhatikan
diantaranya :
a). Kesempatan Belajar.
Terasa
sekali bahwa setelah lulus ada kekosongan atau "gap" antara dunia kerja
dengan pendidikan atau latar belakang keilmuan kita. Kita ternyata harus
berhubungan bukan hanya sekedar dengan misalnya Rangkaian Listrik,
Elektronika, atau Psikologi, orang sakit, orang bermasalah dan
sebagainya. Namun juga harus bisa bekerja secara tim, berjiwa proaktif,
berbicara atau bekerja sama dengan orang asing, menyusun jadwal atau
laporan dan lain-lain. Hal ini dapat diperoleh dari institusi atau
perusahaan yang mapan dan "well organized" atau juga sedang berkembang
namun memberi kesempatan untuk pengembangan diri pegawainya. Itulah
mengapa diperlukan keberanian untuk menerima perbedaan gap tersebut, dan
dari situlah akan kita temukan banyak pelajaran.
b). Lokasi yang tepat.
Kadang
kita lupa bahwa tempat kita bekerja selama minimal 8 jam sehari
memerlukan lingkungan yang tepat. Mulai berangkat sampai pulang kerja
harus kita perhatikan semua biaya dan penghasilan/keuntungan yang kita
peroleh. Jangan lupa perhatikan juga "emotional atau social cost" yang
kita tanggung dari pengambilan keputusan tersebut.
c). Nama besar.
Kadang
kita perlu suatu "papan loncat" agar kita tercatat pernah bekerja atau
terlibat dengan institusi atau perusahaan besar. Bisa juga itu berupa
kerja sama dengan tokoh besar yang bisa merekomendasikan kita agar dapat
pekerjaan yang lebih baik. Oleh sebab itu, poin pertama tentang bekerja
demi mencari pengalaman sangat dibutuhkan untuk mencapai prestasi kerja
dan karier yang jauh lebih baik.
d). Gaji besar.
Karena
hal ini sesuai dengan rumus "High Risk High Gain" karena perusahaan yang
kita tempati bukan milik kakek atau nenek kita. Oleh sebab itu,
dibutuhkan keberanian bersikap yang progresif, jauh di luar perkiraan
rekan kerja secara umum. Gaji merupakan hal yang vital untuk kita
pertimbangkan.
e). Identifikasi Diri.
Bekerja
bukan hanya urusan mencari uang namun merupakan identifikasi diri. Ada
hal-hal di luar material yang membuat dia bahagia dan berharga di
hadapan komunitasnya agar tetap eksis. Pekerjaan apapun yang kita pilih
asal memenuhi azas ini akan membuat kita bahagia dan berharga
B . 10 TIPS ATASI GAGAL MELAMAR KERJA !!!
Untuk mencapai hasil maksimal, perlu kiranya diketahui kesalahan-kesalahan yang sering timbul dalam rangka melamar kerja.
Berikut ada 10 kesalahan umum yang acap kali dilakukan oleh pencari kerja.
• Surat-surat tidak lengkap.
Periksa
dahulu kelengkapan dokumen Anda sebelum melangkah ke luar dari rumah.
Ketidaklengkapan dokumen merupakan salah satu kesalahan fatal yang
berakibat ditolaknya permohonan kerja. Jika Anda termasuk orang yang
ceroboh, mintalah bantuan kerabat dekat atau teman untuk memeriksa
dokumen yang dibutuhkan.
• Datang terlambat.
Kebiasaan jam karet yang biasanya bersifat menular sebaiknya
ditinggalkan. Banyak perusahaan asing yang tidak mentoleransi
keterlambatan calon pelamar, khususnya ketika diundang untuk mengikuti
serangkaian tes. Untuk mengatasinya, cobalah sehari sebelum tanggal tes
melakukan survai. Tambahkan setengah jam dari waktu tempuh yang
diperlukan.
• Berpakaian kurang sopan.
Keberhasilan bisa jadi dimulai dari pandangan pertama. Penyeleksi tentu
akan mempunyai penilaian tersendiri ketika melihat pelamar kerja pada
saat melakukan wawancara. Karena itu hindari pemakaian aksesori yang
berbeda dengan adat kebiasaan.
• Mencantumkan referensi terlalu banyak.
Referensi
dalam curriculum vitae (CV) atau daftar riwayat hidup memang penting.
Tapi perlu diingat, jangan terlalu banyak karena akan menimbulkan kesan
bahwa Anda memiliki mental suka menonjolkan diri
• Jangan meremehkan hobi.
Bila
Anda memiliki hobi unik yang diperkirakan bisa membantu kreativitas
kerja, tak ada salahnya dicantumkan dalam CV. Biasanya pimpinan
perusahaan lebih menyukai pekerja yang berbakat dalam bidangnya. Bila
kegemaran itu merupakan faktor penting dalam posisi yang dilamar, ada
baiknya ditulis sesudah perincian pengalaman kerja.
• Salah tulis atau sebut nama.
Pimpinan perusahaan akan sakit hati seandainya namanya ditulis atau
diucapkan secara keliru. Hal ini akan mempengaruhi kewibawaan dan
reputasinya. Usahakan agar meneliti kembali saat menulis nama orang
dalam surat lamaran atau menyapa seseorang
• Melebih-lebihkan keterampilan.
Umumnya
penyeleksi akan lebih jeli akan hal ini. Mereka akan terus meneliti
bagian-bagian dalam CV atau daftar riwayat hidup yang dianggap terlalu
dibuat-buat. Malahan ada yang mempersiapkan tes praktik langsung untuk
menguji kebenaran laporan Anda. Oleh sebab itu jangan coba-coba
menonjolkan sesuatu yang tidak Anda miliki.
• Bicara berbelit-belit.
Wawancara
merupakan saat yang tepat untuk mengungkapkan segala keinginan yang
terpatri dalam diri Anda. Pewawancara pasti akan menanyakan semua segi
dalam hubungannya dengan isi CV atau daftar riwayat hidup yang telah
Anda kirimkan. Dalam menyerap informasi dari Anda, mereka menggunakan
logika berpikir secara rasional. Setiap uraian akan dihubungkan dengan
keterangan sebelumnya. Karena itu jangan memberi keterangan yang
berbelit-belit. Apabila penyeleksi menganggap Anda memberikan keterangan
yang tidak jelas, jangan berharap Anda dterima.
• Meminta fasilitas.
Ada
kalanya gaji yang ditawarkan kepada Anda lebih rendah dari yang Anda
harapkan. Tapi, jangan coba-coba meminta fasilitas tertentu yang tidak
disediakan perusahaan seperti antar-jemput, uang transpor, uang makan,
dll.
• Lupa memotong rambut.
Rambut
gondrong kebanyakan tidak disukai perusahaan, kecuali profesi yang Anda
cari berhubungan dengan hal-hal yang tidak membutuhkan kerapian.
Masih
banyak kelalaian lain yang ditemui di lapangan. Namun, ada yang masih
dalam batas toleransi, ada pula yang jarang dikerjakan oleh kebanyakan
orang.
Ada
satu hal yang perlu diingat, tidak selamanya kepintaran seseorang akan
menghasilkan pekerjaan bagi dirinya. Masyarakat kita masih mendudukkan
moralitas di atas intelektualitas. Apa gunanya jika memiliki
inteligensia tinggi, tetapi moralnya rendah?
C. Yang Perlu Dipersiapkan Saat Wawancara
Persiapan, banyak orang yang menganggap hal ini tidak perlu dalam
melamar pekerjaan. Tampil saja sebagaimana adanya dan biar perusahaan
yang menilainya, begitu pendapat sebagian orang. Pendapat ini memang
benar, namun banyak yang salah kaprah mengartikan ungkapan di atas.
Tampil apa adanya berarti anda tidak melakukan kebohongan, tapi itu
bukan berarti anda tidak mempersiapkan diri dengan baik. Bernagkat
perang tanpa mengetahui musuh sama saja dengan bunuh diri,begitu kata
pepatah kuno. Berikut adalah beberapa hal yang dapat anda lakukan untuk
lebih meyakinkan calon perusahaan anda berikutnya bahwa andalah yang
mereka cari :
1. Bicara rinci saat wawancara
Cari
tahu lebih banyak tentang posisi yang ditawarkan, perusahaan dan
produk/pelayanan yang ditawarkan. Semakin banyak anda tahu tentang
posisi yang anda lamar akan semakin baik. Selain itu, persiapan akan
membuat anda tampil percaya diri sendainya ditanya mengenai hal-hal
spesifik menyangkut perusahaan atau pekerjaan anda.
2. Bawa salinan dari resume anda
Tujuannya adalah sebagai cadangan dan berjaga-jaga, siapa tahu diperlukan. 3. Lakukan kontak mata
Saat
diwawancara, jangan menunduk. tatap langsung mata pewawancara setiap
kali anda ingin memberikan jawaban. Dengan melakukan hal ini, anda akan
dianggap sebagai seseorang yang percaya diri dan fokus pada tujuan.
3. Tunjukkan minat dan antusiasme anda terhadap perusahaan
4. Berpakaian secara profesional
Arti
kata ’profesional’ di sini bisa berarti banyak hal, terutama di masa
sekarang ini. Seandainya anda bingung, gunakan saja setelan putih hitam
seperti yang biasa dipakai orang yang melamar pekerjaan. Yang palilng
penting adalah tampil rapi dan sopan. Percaya atau tidak, kesan pertama
itu penting lho!
5. Jawab pertanyaan dalam waktu 60 detik
Anda
mungkin tidak ingin terlihat sebagai seseorang yang pasif, namun
omongan yang terlalu panjang akan membuat pewawancara bosan dan mencoret
anda dari daftar calon favoritnya. Jelas, tegas, dan tepat pada sasaran
adalah tujuan yang harus diutamakan.
6. Dengar dan jawab pertanyaan secara langsung
Seandainya
anda merasa ada hal yang tidak jelas, tanyakan langsung untuk
klarifikasi. Hal ini juga berguna untuk menghindari kesalahpahaman di
masa mendatang.
7. Jelaskan prestasi yang pernah anda buat
Jangan
pernah sungkan untuk menjelaskan proyek apa saja yang pernah anda
kerjakan di perusahaan sebelumnya. Persiapan diri untuk melakukan
penjelasan akan mempengaruhi bagaimana performa anda di pekerjaan yang
anda incar tersebut.
8. Bertanya
Yang
dimaksud bertanya di sini bukanlahpertanyaan-pertanyaan klise.
Pertanyaan-pertanyaan yang kritis dan tajam akan menunjukkan bahwa anda
adalah orang yang proaktif (dan memberikan kesan bahwa anda adalah orang
yang tepat dan mempunyai visi untuk memajukan perusahaan).
9. Kirim ucapan terima kasih dua hari setelah wawancara
Tunjukkan
bahwa anda berminat dengan posisi yang ditawarkan dan ucapkan terima
kasih pada pewawancara anda karena telah meluangkan waktunya untuk anda.
Meski anda tidak mendapat pekerjaan tersebut, namun dengan memelihara
hubungan baik siapa tahu bila ada posisi yang lebih baik anda menjadi
orang pertama yang dihubungi.
D. PENGENALAN KARAKTER DUNIA KERJA
Sebelum
memasuki dunia kerja, sebaiknya kita terlebih dulu mengetahui berbagai
macam karakter kepribadian dan bidang pekerjaan yang sesuai dengan
karakter pribadi masing-masing. Sehingga dapat membantu untuk menambah
kepercayaan diri kita untuk melakukan sesuatu atau dalam mengambil
keputusan karirnya. Jenis model dunia kerja tersebut yaitu:
1. Model Realistik
Orang
yang realistik menguasai lingkungan sosial dan fisiknya dengan memilih
tujuan-tujuan, nilai-nilai, dan tugas-tugas yang memerlukan penilaian
yang objektif, dan mesin-mesin, serta menghindari nilai-nilai dan
tugas-tugas yang memerlukan kesubjektifan, intelektual, ekspresi
artistik, juga keterampilan serta kepekaan sosial.
Tipe realistik adalah kelaki-lakian, tidak sosial, emosi yang mantap
(kestabilan emosi), bersifat matrealistik, keaslian, kekonkretan, dan
berorientasi pada apa yang ada sekarang.
Orang-orang realistik lebih suka bekerja pada pekerjaan seperti berikut:
ahli mesin, fotografer, pilot, pengawas pembangunan, juru ukur, perwira
angkatan bersenjata, montir mobil, pengemudi, ahli teknik mesin,
operator radio, tukang kayu, pengamat cuaca, masinis lokomotif, juru
gambar.
2. Model Intelektual
Orang-orang intelektual menguasai lingkungan fisik dan sosial melalui
penggunaan intelegensi, ia memecahkan masalah melalui manipulasi
ide-ide, kata-kata, simbol-simbol dibandingkan dengan melalui kecakapan
fisik dan sosial.
Orang intelektual ditandai oleh sifat-sifat analitis, rasional, berdiri
sendiri, radikal, abstrak, memusatkan perhatian dan pikiran kepada diri
sendiri (introvert), pengertian, kritis, ingin tahu, dan cerdas.
Orang-orang intelektual lebih suka pendidikan, latihan atau bekerja
dalam pekerjaan sebagai berikut: ahli ilmu fisika, ahli bedah, ahli
astronomi, ahli antropologi, ahli zoologi, ahli atom, ahli kimia, ahli
geologi, dokter hewan, ahli ilmu pengetahuan, ahli biologi, ahli
meteorology, ahli matematika, teoritikus pengetahuan.
3. Model Sosial
Orang sosial menguasai lingkungannya dengan memilih tujuan, nilai-nilai,
dan tugas-tugas dimana ia dapat menggunakan kecakapannya demi
kepentingan orang lain dalam hubungan untuk melatih dan mengubah tingkah
lakunya. Dalam memecahkan masalah, dia menyandarkan diri pada
pelampiasan emosi dan perasaan daripada sumber-sumber intelektualnya.
Sifat
yang khas dari orang sosial yaitu, termasuk keramahtamahan, suka
bergaul, kebutuhan menyenangkan orang lain, kesadaran sosial, status
yang kuat, kebutuhan untuk menguasai orang lain. Dia lebih mementingkan
kesejahteraan orang lain, orang miskin, tidak berpendidikan, remaja,
orang yang tak stabil, dan usia lanjut.
Orang sosial lebih suka pendidikan, latihan atau bekerja pada pekerjaan
sebagai berikut: dokter jiwa, pengawas sekolah, konselor pribadi, ahli
kenakalan remaja, kepala sekolah, pengajar jasmani, dokter anak, pekerja
sosial, konselor perkawinan, direktur taman hiburan, ahli psikologi
klinis, konselor jabatan, kepala puskesmas, pengajar sekolah menengah.
4. Model Konvensional
Orang konvensional menguasai lingkungan fisik dan sosial dengan memilih
tjuan, nilai-nilai, dan tugas-tugas yang didukung oleh adat kebiasaan
masyarakat. Model pendekatan orang konvensional terhadap masalah adalah
bersifat steritif, praktis, tepat, dia kurang spintanitas dan keaslian.
Adapun sifat konvensional adalah ia mengadakan kontrol yang baik, rapi,
suka bergaul, dan menciptakan suatu kesan yang baik. Ia sedikit kurang
fleksibel, konservatif, dan keras hati.
Orang
konevnsional lebih menyukai pendidikan, latihan atau bekerja pada
pekerjaan sebagai berikut: kasir bank, ahli statistik, analisis
keuangan, pegawai asuransi, peniali harga, akuntan publik, ahli pajak,
sekretaris ketatausahaan, pemeriksa kredit, manajer kantor, stenografer
pengadilan, pegawai kantor pos, pengawas inventaris.
5. Model Enterprising
Orang enterprising (usaha) memilih nilai-nilai, tujuan dan tugas-tugas
melalui yang mana ia dapat mengekpresikan keberaniannya mengambil
resiko, kebutuhan untuk menguasai orang lain, semangatnya besar,
keenerjikkannya dan kualitas yang yang bersifat impulsif.
Orang enterprising ditandai dengan sifat yang persuasif, verbal,
ekstrover, penerimaan diri, percaya diri, keagresifan lisan (berbicara),
dan sifat pamer, atau suka memamerkan kecakapannya.
Orang enterprising lebih suka pendidikan, latihan atau bekerja pada
pekerjaan sebagai berikut: pedagang mobil, perwakilan pabrik, politikus,
juru lelang, promotor bisnis, wiraniaga biro penjualan, manajer hotel,
produser televisi, spekulan, direktur perusahaan, manajer penjualan,
eksekutif perusahaan.
6. Model Artistik
Orang artistik menguasai lingkungan sosial dan fisiknya dengan
menggunakan perasaannya, emosinya, kata hatinya (intuisi), dan
imajinasinya untuk menciptakan produk dan bentuk-bentuk seni. Bagi orang
artistik, pemecahan masalah adalah dengan cara melibatkan ekspresi
imajinasinya dan perasaannnya melalui konsepsi dan mengerjakan menurut
seni yang direncanakan.
Orang artistik menonjolkan diri terutama pada kesan (impresi) dan
imajinasi yang subjektif untuk menafsirkan, dan cara memecahkan masalah
terhadap masalah lingkungan. Orang artistik lebih jauh ditandai dengan
pandangan yang kompleks, keputusan mandiri, memusatkan perhatian dan
pikiran pada diri sendiri dan keaslian.
Orang artistik lebih suka pendidikan, latihan atau bekerja pada
pekerjaan sebagai berikut: perancang mode, pelawak, novelis, pengubah
musik, pengarang, kritikus musik, penerjemah, pemimpin band, musikus,
kartunis, reporter surat kabar, perancang mebel, dekorator ruang dalam.